Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, meliputi kerja-kerja pengembangan dan pengorganisasian masyarakat untuk terwujudnya lingkungan yang inklusif, aksesibel,  dan kondusif bagi optimalisasi peran difabel dalam masyarakat. Berbagai aktivitas yang pernah dilakukan oleh DRIA MANUNGGAL dalam Program Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah:

  • 2004, Penelitian dan Perencanaan Partisipatoris dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif di Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta sebagai pengembangan replikasi Pilot Project Human Dignity Initiatives. Kegiatan ini bekerjasama dengan BAPEDA Kota Yogyakarta.
  • 2003, Implementasi Pilot Proyek Human Dignity Initiatives (HDI), dikoordinir bersama UNESCAP. Di Indonesia, proyek ini difokuskan pada perencanaan dan perwujudan masyarakat inklusif yang berperspektif difabel dan diimplementasikan di lima komunitas di Yogyakarta dan Surakarta. Proyek berakhir pada awal tahun 2004, saat ini dikembangkan oleh masing-masing komunitas. Model partisipatoris dalam proyek ini juga diadaptasi oleh BAPEDA Kota Yogyakarta.
  • 2003, Workshop Pengembangan Kapasitas Organisasi Difabel di Yogyakarta. Kegiatan ini pernah didukung oleh Yayasan TIFA. Hasilnya, beberapa organisasi peserta saat ini telah mampu mengembangkan diri menjadi organisasi mandiri.
  • 1999, Pengembangan Studi dan Model “Aksesibilitas untuk Semua” di kawasan Malioboro. Proyek ini bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada, Komunitas Seni Malioboro, dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DIY. Program berakhir tahun 2000. Hingga saat ini diadaptasi dan dikembangkan oleh berbagai organisasi dan elemen pemerintah di kota-kota lain di Indonesia.
  • 1998, Workshop Nasional Perencanaan Strategis bagi Organisasi Difabel. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyusun agenda bersama antar organisasi difabel. Penyelenggaraannya bekerjasama dengan VSO Indonesia.
  • 1995 Workshop Perencanaan strategis Kelembagaan DRIA MANUNGGAL. Kegiatan yang didukung OXFAM ini lebih memantapkan posisi DRIA Manunggal dalam dinamika dan konfigurasi pergerakan organisasi difabel
  • 1994, Workshop “Keterpaduan Penyandang Cacat di dalam Masyarakat”. Pertemuan organisasi difabel se Jawa- Bali yang disupport oleh OXFAM ini dimaksudkan untuk mencari formulasi tentang pola pendekatan hak-hak penyandang cacat dalam masyarakat.
  • 1991 Kegiatan lembaga dimulai dengan aktif bergabung dengan kelompok-kelompok diskusi dalam rangka membangun dan mempertajam kesadaran kritis internal anggota lembaga, maupun upaya pemahaman kepada kelompok diskusi lain akan posisi difabel yang dimarginalkan.