NOBAR, Konsolidasi Isu Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Inklusif

dikutip dari : https://www.solider.or.id/baca/3780-nobar-konsolidasi-isu-kebebasan-beragama-berkeyakinan-inklusif

nobar di puskat

Solider.or.id.Yogyakarta.Keberagaman ialah hakekat, esensi, sedangkan keseragaman hanyalah artifisial yang diciptakan oleh manusia. Keberagaman merupakan keniscayaan sedangkan keseragaman tak lain penistaan. Dan inti dari keberadaan manusia di dunia todak lain karena adanya keberagaman. Keberagaman itu kebersatuan. Tidaklah mungkin bersatu jika tidak ada keberagaman.”

Direktur Eksekutif Dria Manunggal, Setia Adi Purwanta memaknai keberagaman. Disampaikan pada sambutan dalam acara nonton bareng (nobar) film “The Imam and The Pastor”, di Studio Audio Visual PUSKAT, Jalan Kaliurang, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (23/9/2017). Sebuah film tentang dua tokoh militan beda agama yakni Pastor James seorang Kristiani dan Imam Ashafa tokoh Islam. Kegiatan nobar dalam rangka konsolidasi komunitas anak muda dalam isu kebebasan beragama dan berkeyakinan  (KBB) inklusif.

“Mari menjunjung tinggi keberagaman, karena itulah ciri karakter bangsa Indonesia. Jangan sampai dikocar-kacirkan oleh kepentingan yang tidak jelas. Kepada kalianlah, anak-anak muda, masa depan bangsa ini dipertaruhkan,” pesan Setia sebelum pemutaran film.

“Keberagaman tidaklah hanya melulu soal agama, tetapi berbagai macam kondisi bahasa, suku, budaya, sosial, ekonomi, fisik, mental, difabilitas, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Menurut Setia, nonton bareng (nobar) tersebut merupakan moment yang tepat. Di tengah kondisi negeri Indonesia yang digoyang oleh kepentingan-kepentingan politik, ekonomi, sosial, keagamaan dan lain sebagainya. “Nobar ini merupakan  bentuk kontribusi Dria Manunggal dengan didukung oleh ANBTI (Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika) dan LBH Jogja dalam memaknai keberagaman, mengajak mewujudkan perdamaian,” ujarnya pada Solider.

Pesan Perdamaian The Imam and The Pastor

Film The Imam dan The Pastor berkisah tentang Imam Muhammad Ashafa (Islam) dan Pendeta James Wuye (Kristen), dua warga Nigeria. Keduanya mengesampingkan perbedaan mereka dan datang bersama-sama untuk melawan kekerasan komunal di Nigeria Utara.

Mereka saling menurunkan ego, mengikis kebencian, menghentikan tindakan destruktif, menyerang satu sama lain, membunuh memuaskan dendam, lantas sama-sama memutuskan saling memaafkan guna perdamaian dalam keberagaman di negara berkonflik tersebut.

Dalam sebuah kesempatan, Imam Ashafa mengatakan: “Agama adalah lilin untuk menerangi rumah atau untuk membakar rumah. Ini adalah energi dan seperti enegri nuklir, dapat digunakan untuk tujuan baik atau merusak. Tugas kita adalah  melihat agama digunakan untuk tujuan yang positif.”

Pendeta James dan Imam Ashafa percaya satu-satunya cara kekerasan agama dapat dikurangi atau dihentikan di Nigeria yakni dengan memiliki pemimpin masing-masing agama yang mendorong ajaran agama perdamaian dan nonkekerasan.

Keduanya membentuk pusat mediasi antaragama sebagai forum dialog Muslim-Kristen. Kerja kolektif mereka dalam membangun perdamaian dimulai tahun 1997, dan mereka telah berhasil menyebarkan pesan-pesan resolusi konflik mereka ke seluruh penjuru dunia. Hingga dunia akhirnya menganugrahi usaha mereka dengan berbagai penghargaan perdamaian.

Organisasi mereka yang bergerak dalam forum dialog Muslim-Kristen, memusatkan pada upaya menyembuhkan luka psikis akibat kekerasan agama serta penyebab dan dampak kekerasan tersebut.

James dan Ashafa memberi pemahaman pada murid di sekolah-sekolah, rumah ibadah, dan pusat-pusat komunitas untuk mencegah kekerasan dan melakukan intervensi ketika konflik terjadi. Strategi melalui pendidikan dan menjangkau media belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka membutuhkan dukungan yang luas dan legitimasi atas upaya mereka untuk mendorong hidup berdampingan secara damai.

Di akhir film terdapat dialog keduanya, Pastor James dan Imam Ashafa yang akan saling mencintai, akan selalu membela harkat dan martabat masing-masing hingga kematian. Karena saling memaafkan, menjaga perdamaian, merupakan ajaran agama mereka.

(hnw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *