RSA UGM Inisiasi Penelitian Kajian Aksesibilitas bagi Difabel

RSA UGM

Solider.or.id, Yogyakarta – Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi perbaikan infrasturuknya yang beralamat di Jalan Kabupaten, Trihanggo, Gamping, Sleman, agar lebih aksesibel bagi pengunjung difabel. Inisiasi ini menjadikan RSA UGM mengajak peran serta dan masukan langsung dari difabel dari Dria Manunggal. Hadir Drs. Setia Adi Purwanta, M.Pd selaku direktur eksekutif Dria Manunggal sekaligus Ketua Komite Difabel Yogyakarta dan Ninik dari Dria Manunggal pada kegiatan koordinasi penelitian kajian aksesibilitas bagi difabel di RSA UGM (16/9).

Drs. Setia Adi Purwant, M.Pd menyampaikan bahwa aksesibilitas bangunan harus memiliki 4 lingkup yakni Menuju, Mencapai, Memasuki, dan Menggunakan. “Selain 4 lingkup tersebut, aksesibilitas bangunan juga harus memperhatikan 5 prinsip yakni kemudahan, kemandirian, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan”, terang Setia.

Merespon masukan dari Setia, RSA UGM memberikan gambaran aksesibilitas yang sudah ada di RSA UGM seperti trotoar, toilet khusus difabel, bidang miring di dalam ruangan mulai dari lantai 1 hingga lantai 5, lift, dan papan informasi ruangan. Namun pihaknya mengakui masih memerlukan masukan agar sarana dan prasarana yang sudah ada ini betul-betul aksesibel digunakan oleh semua, baik difabel, orang tua, ibu hamil, maupun masyarakat umum guna memberi kemudahan dalam mengakses rumah sakit.

Dihadiri pula oleh Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, pihak RSA UGM juga memerlukan dukungan dari pihak arsitek. RSA UGM dan Dria Manunggal berencana melakukan uji aksesibilitas ini menggunakan dua instrumen yakni check list penelitian dan kuesioner. Dria Manunggal juga mempersiapkan kuesioner dengan jawaban deskriptif dari penguji agar penilaian dapat lebih terukur.

Kegiatan penelitian atau uji coba aksesibilitas bagi difabel di RSA UGM ini direncanakan akan dilakukan pada Sabtu, 30 September 2017 dengan mengajak peran serta aktif beberapa difabel seperti pengguna kursi roda, pengguna kruk, difabel netra, dan Tuli. Aksesibilias ini akan mengacu pada Peraturan Mentri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 30 tahun 2006. (Ramadhany Rahmi)

dikutip dari : https://www.solider.or.id/baca/3757-rsa-ugm-inisiasi-penelitian-kajian-aksesibilitas-difabel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *