Setia Adi Purwanta : Difabel Sebagai Korban Pembangunan

Dikutip dari https://solider.or.id/node/3691 : https://solider.or.id/node/3691setia adi purwanta , difabel sebagai korban pembangunan

Solider.or.id, Yogyakarta – Sebagai tindak lanjut pasca Konferensi Habitat III di Ekuador tahun 2016, Huairou Commission dan YAKKUM Emergency Unit didukung World Urban Campaign menyelenggarakan seminar dan pameran Urban Thinkers Campus di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. (22/8)

Kegiatan ini sebagai sebuah ruang terbuka untuk pertukaran informasi antar aktor perkotaan yang percaya bahwa urbanisasi dapat memberikan kesempatan positif dan peluang untuk transfomasi perkotaan. Seminar yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok ini juga menghadirkan pemateri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BAPPEDA Kota Yogyakarta, dan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak Provinsi DIY.

Sebagai pemantik diskusi dan pemahaman perspektif difabilitas, Drs. Setia Adi Purwanta, M.Pd dari perwakilan warga difabel DIY menyampaikan materinya dengan tema Perspektif Disabilitas dalam Pembangunan Kota. “Coba kita lihat efek pembangunan yang sedang berlangsung di Indonesia, berapa buruh kecelakaan kerja yang mati atau menjadi difabel, kecelakaan lalu lintas karena semakin padatnya kendaraan, penyalahgunaan obat, dan semakin kotornya kualitas udara yang mengandung timah hitam berpengaruh terhadap autism dan cerebral palsy”, papar Setia.

Setia menambahkan, masyarakat dan pemerintah tidak memperhatikan tentang efek pembangunan terhadap difabel atau kemungkinan menjadi difabel. “difabel bisa dilihat sebagai korban pembangunan, tapi bagaimana pembangunan ini berpihak pada difabel? Menjadi difabel yang tinggal di Indonesia itu tidak mudah. Masuk sekolah tidak mudah diterima, melamar pekerjaan sering ditolak, mengakses layanan kesehatan pun banyak hambatan”, imbuh Setia.

Sebagai penutup paparan, Setia menyampaikan bahwa wacana afirmative action yang inklusif dan memperhatikan aksesibilitas harus menjadi prinsip yang tidak boleh dilupakan. (Ramadhany Rahmi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *