Koordinasi Forum Inklusif Lintas Iman (FILI) Hindu

Dria Manunggal bersama FILI mengadakan koordinasi bersama tiap komunitas agama di Kantor Dria Manunggal dipandu oleh Drs. Setia Adi Purwanta, M.Pd selaku direktur eksekutif Dria Manunggal. Pada koordinasi dengan FILI Hindu ini, Setia menjelaskan kembali maksud awal terbentuknya FILI karena beberapa peserta koordinasi adalah peserta baru sebagai penguat FILI Hindu sebelumnya. Setia mengatakan bahwa persatuan bisa terjadi karena adanya keberagaman. Dalam upaya pemenuhan aksesibilitas peribadatan untuk semua termasuk untuk difabel, ada tiga bentuk aksesibilitas yang diperjuangkan, yakni dari segi fisik, proses, dan materi. Aksesibilitas fisik adalah bentuk aksesibilitas yang terlihat seperti bangunan, sedangkan aksesibilitas proses yang dimaksud adalah saat proses ibadah itu berlangsung, dan aksesibilitas materi adalah bentuk aksesibilitas yang mempermudah umat untuk mengikuti ibadah misalnya kitab dalam bentuk braille atau audio dan khotbah di masjid atau ceramah keagamaan menggunakan bahasa isyarat agar materi yang disampaikan pemuka agama dapat dipahami oleh umat yang Tuli.

Dihadiri pula oleh Ida Ayu sebagai umat Hindu pengguna kursi roda, Ida menceritakan hambatannya saat beribadah di pura. Selama ini dirinya hanya menunggu adiknya di lua pura saat adiknya beribadah di pura. Ida tidak dapat masuk ke dalam pura karena dari pintu masuk pura hingga di dalam pura semuanya terdapat tangga yang menjadikan kursi rodanya tidak dapat memasuki pura. “Setelah 14 tahun saya tinggal di Jogja, baru tahun 2016 saya bisa masuk ke dalam pura karena diajak oleh Dria Manunggal. Kebetulan Pura Jagadnatha yang ada di Banguntapan Bantul ini saya baru pertama kali datang dan ibadah disini, jadi saya senang bisa berkunjung ke pura yang lain”, cerita Ida.

Koordinasi dilanjutkan dengan membuat rencana kegiatan bersama dalam upaya perwujudan aksesibilitas peribadatan untuk semua, termasuk difabel. Beberapa rencana kegiatan yang akan dilakukan bersama belajar bahasa isyarat, konsultasi dengan arsitek mengenai perencanaan bangunan yang akses dan dapat dimodifikasi, diskusi dengan pengurus serta pemuda pura dan pemuka agama Hindu untuk menyamakan persepsi tentang aksesibilitas peribadatan baik dari segi fisik, proses, maupun materi; identifikasi umat Hindu yang difabel termasuk lansia dan ibu hamil, studi pengadaan kitab uci Bagawadgita dengan huruf Braille, capacity building komunitas Hindu mengenai aksesibilitas dan difabilitas, melakukan audiensi dengan kanwil agama/binmas terkait penerbitan kebijakan pemerintah untuk peribadatan yang akses difabel, serta menjadikan Pura Eka Dharma Gonjen Kasihan Bantul sebagai pusat pertemuan FILI Hindu.

Koordinasi FILI Hindu di Dria Manunggal
Koordinasi FILI Hindu di Dria Manunggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *