MUI Himbau Pengelola Masjid untuk Mewujudkan Aksesibilitas Peribadatan bagi Difabel

Bertempat di Masjid Baitul Makmur, Sidorejo, Kasihan, Bantul Selasa (27/9) lalu Dria Manunggal dengan dukungan Difabel Lintas Agama/Kepercayaan, Komunitas Muda Lintas Agama/Kepercayaan, dan para Pemuka Agama/Kepercayaan menyelenggarakan Media Gathering Mewujudkan Aksesibilitas Peribadatan untuk Semua. Acara tersebut juga terselenggara dialog umat muslim yang dihadiri oleh Drs. H. M. Thoha Abdurrahman selaku Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Drs. H. Anis Wiam Muttaqin, MA selaku kepala seksi kemasjidan kanwil kemenag DIY, dan Bp. Hasyim Abdullah perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama.

Pada kesempatan yang sama MUI juga mengeluarkan Surat Edaran No.B-485/MUI-DIY/IX/2016 tentang Himbauan Kepada Pengelola Masjid/Musholla untuk Mewujudkan Aksesibilitas Peribadatan Bagi Difabel. Himbauan tersebut dalam rangka memberikan pelayanan dalam bidang peribadatan bagi para penyandang difabel. MUI menghimbau serta mengharapkan para pengelola masjid/musholla untuk mewujudkan aksesibilitas fisik bangunan untuk kemudahan peribadatan bagi difabel berupa sarana sebagai berikut:

  1. Tempat wudlu yang menggunakan tempat duduk bagi yang kesulitan berdiri.
  2. Rampa/jalan miring masuk ke masjid/musholla bagi pengguna kursi roda.
  3. Hand rail/pegangan rambatan pada jalan datar maupun naik.
  4. Toilet khusus bagi pengguna kursi roda yang dilengkapi dengan tempat wudhu.
  5. Guiding block/jalur pengarah dan warning block/peringatan bagi difabel netra.
  6. Kursi pendek bagi lansia untuk shalat.

Tertanda dalam surat Edaran yang diterbitkan pada Senin (26/9) lalu Dewan Pimpinan MUI DIY, Drs. H. M. Thoha Abdurrahman selaku ketua dan KRT. Drs. H. A. Kamaludiningrat selaku sekertaris.

Surat Edaran No.B-485/MUI-DIY/IX/2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *