Tim Difabel di Mata Tuhan Audiensi dengan Binmas Budha Kemenag DIY

IMG-20160801-WA0009
Akhirnya Tim Difabel di Mata Tuhan berhasil menemui Binmas Budha Kementrian Agama Yogyakarta Senin (1/8) lalu. Setelah sebelumnya gagal bertemu pada audiensi (7/6) lalu. Totok Tejamano,selaku Binmas Budha Kemenag DIY menemui langsung perwakilan difabel dan tim difabel di MataTuhan. Winarta, Wulan, Yuni, bersama Suprianto (budha), Roy (Difabel netra/Islam), Ida Ayu (difabel daksa/Hindu), I Nyoman S (Hindhu), Andik (difabel daksa/Islam), Swasti Wijayani (Katholik/pengalih bahasa isyarat), Heri Ifansah (difabel daksa/Islam), dan Kadek Sri K (Difabel tuli/Hindhu). Audiensi ini bertujuan sebagai tindak lanjut dari hasil asesmen di Wihara Karang Jati.

Audiensi itu berjalan secara informal membahas perihal aksesibilitas peribadatan di Wihara saat ini. Menurut Totok Tejamano, Binmas Budha masih mengalami kesulitan bagaimana cara agar temen-temen tunarungu dapat memahami ceramah. Untuk disabilitas fisik terutama yang memakai kursi roda memang susah untuk mengakses Wihara-Wihara Budha, tetapi umat yang lain akan membantu.”

Totok juga menambahkan bahwa pada proses peribadatan di Wihara, tempat dududk Biksu dan umat tidak boleh sejajar, namun bagi umay uang sakit atau difabel mendapat pengecualilan. Sedangkan temen-temen difabel netra yang ingin belajar Kitab atau buku agama dengan cara dibacakan oleh umat lain. Dan saat ini Tripitaka suah ada terjemahan bahasa Indonesia.

Kondisi-kondisi lapangan tersebut mendorong adanya kebijakan dari Wihara untuk memberikan program khusus yaitu orientasi pimpinan Wihara yang dilakukan dua kali dalam setahun. “Dalam program tersebut kami memasukkan materi pelayanan prima di Wihara. Prinsipnya pengurus Wihara adalah melayani dan darma dengan berbagai cara,” ujar Totok.

Pada bagian akhir pertemuan, Winarta menambahkan, “ ke depan aksesibilitas tidak hanya untuk disabilitas saja sebenarnya. Tetapi juga untuk masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan aksesibilitas sementara. Dan jika aksesibilitas di tempat-tempat ibadah ini berhasil, maka akan menginspirasi fasilitas umum lain untuk lebih aksesibel bagi difabel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *