Dria Manunggal Libatkan Difabel Survey Aksesibilitas Rumah Ibadah

Difabel orientasi mobilitas di Pura

Sigit (Difabel netra), Beni (difabel rungu wicara) bersama Tim Difabel di Mata Tuhan dan Tim Center for Universal Design and Diffabilities melakukan survey aksesibilitas di 3 rumah ibadah (1/8) lalu. Tiga rumah ibadah itu meliputi Pura Jagadnata, Masjid Jogokariyan, dan Gereja Kristen Jawa. Survey ini untuk mendapatkan data berupa draft aksesibilitas fisik dan nonfisik peribadatan.

Survey pertama dilakukan di Pura Jagadnata, Banguntapan, Bantul pada jam 09.00-11.00 WIB. Adapun hasil survey  antara lain, belum adanya guiding block, belum ada toilet yang aksesibel untuk difabel, pintu masuk ruang ibadah pura tidak dapat dilalui kursi roda karena sempit dan berundak, belum ada pengalih bahasa isyarat, belum ada rampa, belum ada kitab Weda Braille, papar Adit, Pengalih bahasa isyarat.

Rombongan Survey ini selanjutnya mendatangi Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Berbeda dengan Pura,  Masjid Jogokariyan sudah memiliki beberapa fasilitas yang aksesibel seperti kursi untuk manula yang terletak di shaf/baris jamaah bagian belakang dan dekat pintu, rampa untuk juga tersedia untuk masuk ke serambi masjid hanya saja masih terlalu tajam. Saat itu kursi roda dikendarai oleh Adit untuk menguji rampa tersebut. Ternyata tidak memungkinkan untuk dilalui kursi roda secara mandiri. Toilet yang aksesibel pun sudah dimiliki namun baru untuk jamaah pria. Fasilitas aksesibilitas yang perlu ditambahkan di Masjid Jogokariyan antara lain, guiding block, toilet aksesibel untuk jamaah putri, rampa yang lebih landai, dan pengalih bahasa isyarat.

Gereja Kristen Jawa, Wirobrajan menjadi tempat ibadah terakhir untuk survey aksesibilitas peribadatan. Survey hanya dilakukan selama 30 menit saja karena aksesibilitas di gereja ini sudah cukup baik. Hanya perlu pembenahan rampa di jalan menuju parkir belakang gereja dan jalan masuk gereja, pembuatan toilet akses, dan guiding block. Gereja Kristen Jawa sudah menggunakan proyektor untuk mempermudah difabel tuli saat proses ibadah, papar Widiastuti, difabel daksa dan jemaat Gereja Kristen Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *