Gereja Kidul Loji Siap Jadi Model Rumah Ibadah yang Aksesibel

Bertempat di Gereja Santo Fransiscus Xaverius Kidul Loji pada Kamis, 23 Juni 2016 Tim Difabel di Mata Tuhan Dria Manunggal bertemu dengan Romo Harto Subono dan dua pengurus KarinaKas Indonesia, Dictus Tutuk dan Karel Tuhehay. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut dari pertemuan koordinasi pemuda dan difabel lintas iman yang diadakan oleh Dria Manunggal Selasa (31/5) lalu.

Gereja Santo Fransiscus Xaverius terletak di Jalan Panembahan Senopati 22, RT 09, RW 03, Prawirodirjan, Gondomanan, sebagai salah satu gereja tua, bahkan tertua di Yogyakarta.  Gereja ini lebih akrab dengan sebutan Gereja Kidul Loji karena memang letaknya di selatan Loji. Secara resmi penggunaan gereja ini dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 1871. Jadi, gereja ini telah berusia sekitar 141 tahun.

Romo Harto Subono selaku Vikep Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) menyatakan Gereja Kidul Loji bersedia menjadi model rumah ibadah yang aksesibel bagi difabel.

Menurutnya, kevikepan juga akan membuat kebijakan dan mengawal gereja-gereja di DIY untuk membuat akses bagi difabel.

Strategi yang diungkap Romo Harto Subono sangat mungkin dilakukan karena setiap 2 minggu sekali kevikepan akan melakukan kunjungan ke gereja-gereja di DIY.

“Kebijakan dari keuskupan agung semarang tahun 2017 sudah 50 % paroki akses bagi difabel, saat ini banyak gereja-gereja yang merenovasi,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kevikepan juga mendukung gerakan ini dengan memberikan pembiayaan pembangunan. Bersama KarinaKas Indonesia juga akan melakukan pendataan di paroki dan stasi untuk difabel karena data saat ini belum ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *